Temani Perjuangan Saudara Palestina
Kembali ke Artikel
Bencana24 Oktober 2026

10 Daerah yang Rentan Krisis Air Bersih Saat Musim Kemarau Jawa Timur, Ternyata Ini Penyebabnya!

10 Daerah yang Rentan Krisis Air Bersih Saat Musim Kemarau Jawa Timur, Ternyata Ini Penyebabnya!
Diposting oleh Hemylia AwandaSabtu, 24 Oktober 2026 pukul 13.41 WIB

Musim kemarau Jawa Timur hampir selalu datang bersama kabar tentang warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Setiap tahun, beberapa daerah bahkan kembali menghadapi persoalan yang sama.Pada kemara...

Musim kemarau Jawa Timur hampir selalu datang bersama kabar tentang warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Setiap tahun, beberapa daerah bahkan kembali menghadapi persoalan yang sama.

Pada kemarau 2026, BNPB mencatat ada 26 kabupaten/kota di Jawa Timur yang mengalami kekeringan dan membutuhkan distribusi air bersih. Hingga 22 Oktober 2026, masyarakat terdampak mencapai 35.808 kepala keluarga.

Mengapa wilayah yang sama terus mengalaminya? Jawabannya tidak hanya soal hujan yang jarang turun, tetapi juga kondisi alam dan akses air di masing-masing daerah.

Mengenal Musim Kemarau di Jawa Timur

Musim kemarau adalah masa ketika hujan jarang turun dalam waktu yang cukup lama. Di Jawa Timur, periode ini umumnya berlangsung hingga sekitar Oktober, dengan kondisi yang dapat berbeda di setiap wilayah.

Kemarau sebenarnya siklus alam yang wajar. Namun, fenomena iklim seperti El Nino bisa membuatnya datang lebih cepat atau berakhir lebih lambat. Semakin panjang kemarau, semakin menipis cadangan air di desa-desa.

Daerah Jawa Timur yang Rentan Mengalami Kekeringan 

Kekeringan di Jawa Timur tidak terjadi begitu saja. Setiap wilayah memiliki faktor yang dapat mempengaruhi ketersediaan air saat musim kemarau. 

Berikut beberapa penyebab kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Timur berdasarkan karakteristik daerahnya. 

1. Pamekasan

Pamekasan memiliki wilayah pesisir, dataran rendah, hingga perbukitan kapur. Kondisi tersebut membuat ketersediaan air berbeda di setiap wilayah.

2. Bangkalan

Saat curah hujan menurun, sumur dan mata air warga dapat mengering. Akses jaringan air bersih yang belum merata juga menjadi tantangan.

3. Sampang

Sebagian wilayah Sampang memiliki cadangan air tanah yang terbatas. Kondisi ini membuat kekurangan air lebih mudah terjadi saat kemarau panjang.

4. Bojonegoro

Wilayah selatan dan perbukitan Bojonegoro memiliki tanah dengan kemampuan menyimpan air yang relatif rendah. Cadangan air pun dapat lebih cepat berkurang saat kemarau.

5. Pacitan

Banyak wilayah Pacitan berada di kawasan perbukitan dan karst. Air hujan lebih mudah meresap melalui celah batuan sehingga sumber air permukaan dapat terbatas saat kemarau.

6. Malang

Malang Selatan didominasi kawasan perbukitan dan karst. Kondisi ini membuat air lebih cepat meresap dan cadangan air permukaan menjadi terbatas.

7. Bondowoso

Debit sejumlah mata air dapat menurun saat musim kemarau. Akses jaringan air bersih juga belum merata di seluruh wilayah.

8. Pasuruan

Beberapa wilayah Pasuruan berada di perbukitan dan dataran tinggi. Kondisi geografis tersebut membuat akses terhadap sumber air menjadi lebih menantang saat kemarau.

9. Ngawi

Sebagian wilayah Ngawi berada di kawasan perbukitan kapur. Kondisi tanahnya membuat cadangan air lebih cepat berkurang ketika kemarau berlangsung panjang.

10.Mojokerto

Di beberapa wilayah, sumber mata air berada lebih rendah dari permukiman. Kondisi ini membuat akses air menjadi lebih sulit, sementara pembuatan sumur dalam juga menghadapi kondisi tanah berbatu.

Bagaimana Menghadapi Kekeringan Saat Musim Kemarau?

Ketika sumber air mulai berkurang, kebutuhan masyarakat perlu segera dipenuhi dengan penanganan yang sesuai kondisi wilayah. Dalam situasi mendesak, distribusi air bersih dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Sementara itu, wilayah yang mengalami persoalan air secara berulang membutuhkan dukungan yang lebih berkelanjutan, seperti:

  • Distribusi air bersih: memenuhi kebutuhan masyarakat ketika sumber air sulit diperoleh.

  • Penyediaan sumur: menghadirkan sumber air yang dapat digunakan dalam jangka lebih panjang.

  • Penampungan air: membantu menyimpan air untuk kebutuhan masyarakat.

  • Pembangunan jaringan air: memperluas akses air bersih ke wilayah yang belum terjangkau.

Wujudkan Kepedulian melalui Akses Air Bersih

Bagi sebagian orang, membuka keran dan mendapatkan air mungkin merupakan hal yang biasa. Namun, bagi masyarakat yang menghadapi kekeringan, mendapatkan air bersih dapat menjadi perjuangan yang harus dilakukan setiap hari.

Di tengah musim kemarau Jawa Timur, kepedulian dapat hadir melalui hal sederhana yaitu dengan membantu menghadirkan air bersih bagi mereka yang sedang membutuhkan.

Mari titipkan kepedulian terbaik untuk membantu mengalirkan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan bersama TemanBaik.id.