Temani Perjuangan Saudara Palestina
Kembali ke Artikel
Bencana13 Oktober 2026

5 Dampak Karhutla bagi Kesehatan di Tengah Kabut Asap Palangkaraya Kalteng

5 Dampak Karhutla bagi Kesehatan di Tengah Kabut Asap Palangkaraya Kalteng
Diposting oleh Hemylia AwandaSelasa, 13 Oktober 2026 pukul 13.44 WIB

Penanganan karhutla bukan hanya berfokus pada pemadaman api. Dampak asap yang menyelimuti udara juga perlu mendapat perhatian, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah terdampak.Berdasarkan pemanta...

Penanganan karhutla bukan hanya berfokus pada pemadaman api. Dampak asap yang menyelimuti udara juga perlu mendapat perhatian, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah terdampak.

Berdasarkan pemantauan SIPONGI per 13 Oktober 2026 sebanyak 6.900 titik panas masih terpantau di sejumlah daerah, termasuk Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Palangkaraya menjadi salah satu wilayah yang turut terdampak kabut asap. Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak berhenti ketika api dipadamkan.

Ketika Dampak Karhutla Mengganggu Keseharian

Ketika kabut asap karhutla mulai menyelimuti suatu wilayah, dampaknya dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan. Bukan hanya udara yang berubah, tetapi juga kenyamanan, aktivitas, dan kondisi kesehatan masyarakat.

Beberapa dampak karhutla yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Mata dan Tenggorokan Terasa Tidak Nyaman

Paparan asap dapat membuat mata terasa perih dan berair. Tenggorokan juga dapat terasa kering atau gatal. Kondisi ini bisa semakin mengganggu ketika kualitas udara memburuk dan paparan berlangsung terus-menerus.

2. Risiko Gangguan Pernapasan Meningkat

Gangguan pernapasan menjadi salah satu dampak karhutla yang perlu diperhatikan. Kementerian Kesehatan per 21 September 2026 mencatat 174.694 kasus ISPA di sejumlah provinsi prioritas, termasuk wilayah Kalimantan.

Dampaknya juga dirasakan oleh satwa. Di Palangka Raya, 47 orangutan di pusat rehabilitasi Yayasan BOS Nyaru Menteng dilaporkan mengalami ISPA ketika kondisi udara terdampak asap.

3. Kelompok Rentan Membutuhkan Perhatian Lebih

Paparan asap dapat menjadi perhatian khusus bagi kelompok yang lebih rentan terhadap gangguan kesehatan.

Kelompok tersebut meliputi:

  • Anak-anak

  • Lansia

  • Ibu hamil

  • Penderita asma atau PPOK

  • Penderita penyakit jantung dan penyakit kronis

  • Warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan

Ketika kualitas udara memburuk, aktivitas di luar rumah perlu dibatasi. Mereka yang tetap harus beraktivitas di luar juga membutuhkan perlindungan tambahan.

4. Penderita Asma Menghadapi Risiko Lebih Besar

Bagi penderita asma atau penyakit pernapasan lainnya, paparan asap dapat memperburuk kondisi kesehatan. Salah satu kasus di Banjarmasin menunjukkan risiko tersebut. 

Seorang pengemudi ojek online sekaligus guru dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami serangan asma di tengah kondisi kabut asap.

5. Partikel Halus dalam Asap Perlu Diwaspadai

Asap karhutla dapat mengandung partikel halus seperti PM2.5. Ukurannya yang sangat kecil membuat partikel tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan ketika terhirup. 

Karena itu, paparan asap perlu dikurangi, terutama ketika kualitas udara sedang memburuk.

Dari kondisi tersebut, terlihat bahwa dampak karhutla tidak berhenti pada area yang terbakar. Ketika asap menyebar, warga dan lingkungan di sekitarnya juga harus menghadapi berbagai resiko.

Baca Juga: TemanBaik Peduli Kesehatan Warga Terdampak Karhutla di Palangkaraya

Apa yang Dibutuhkan Saat Udara Dipenuhi Asap?

Ketika asap karhutla memenuhi udara, perlindungan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diperhatikan. 

Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk mengurangi paparan asap:

  • Masker respirator: Gunakan masker seperti N95, KN95, atau KF94 untuk membantu menyaring partikel halus dari udara.

  • Vitamin C, E, dan A: Mendukung pemenuhan nutrisi untuk membantu menjaga kondisi tubuh.

  • Air purifier: Perangkat dengan filter HEPA dapat membantu menyaring partikel asap di dalam ruangan.

  • Air putih yang cukup: Membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi, terutama ketika tenggorokan terasa kering akibat paparan asap.

  • Mengurangi masuknya asap ke dalam rumah: Tutup pintu dan jendela ketika kondisi udara di luar memburuk serta minimalkan celah yang memungkinkan asap masuk.

Langkah-langkah tersebut dapat membantu mengurangi paparan asap. Namun, kondisi setiap wilayah dan kebutuhan warga dapat berbeda. 

Penanganan Karhutla Bukan Hanya Memadamkan Api

Upaya penanganan karhutla melibatkan berbagai pihak untuk mengendalikan titik api dan mengurangi risiko yang ditimbulkan.

Di lapangan, penanganan melibatkan berbagai unsur. Mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, Polhut, BPBD, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).

Namun, ketika asap masih menyelimuti wilayah terdampak, warga juga membutuhkan perhatian.

Karena itu, penanganan karhutla tidak hanya berbicara tentang api. Perlindungan bagi warga yang terdampak juga menjadi bagian dari respons kemanusiaan.

Dari Bantuan Sederhana Hadir Perlindungan

Ketika keluarga terdampak menghadapi udara yang dipenuhi asap, dukungan sederhana dapat menjadi bentuk perlindungan.  

Melalui program Tanggap Bencana, bantuan dihadirkan untuk membantu meringankan dampak karhutla yang dirasakan masyarakat di Palangkaraya.

Salah satu bentuk kepedulian tersebut adalah membantu memenuhi kebutuhan perlindungan kesehatan selama kondisi karhutla berlangsung. Mari titipkan sedekah terbaik untuk terus membersamai mereka yang membutuhkan bersama TemanBaik.id.